Website Edukasi No. 1

9 Metode Pembelajaran Menarik untuk Kurikulum 2013

Wiki Edukasi – Halo semuanya, kali ini saya sempatkan waktu untuk berbagi informasi mengenai 9 Metode Pembelajaran Menarik yang cocok digunakan pada proses pembelajaran Kurikulum 2013.

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk mengajar di kelas. Metode didasarkan pada adanya prinsip-prinsip atau filsafat yang menjadi dasar metode itu sendiri seperti nilai, alat, dan tujuannya. Setuap Guru harus pandai memilih metode pembelajaran yang akan digunakan, semua itu didasari hasil pertimbangan dari karakteristik siswa serta kemampuan anda dalam menyampaikan materi pelajaran.

Guru yang cerdas selalu bisa menggunakan metode pembelajaran untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Strategi pembelajaran masih bersifat konseptual, dan penerapannya di dalam kelas mengharuskan penggunaan metode pembelajaran yang beragam. Strategi adalah rencana operasi untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara untuk mencapainya.

Pada sistem pembelajaran kurikulum 2013, ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan di dalam kelas. Metode pengajaran yang dipilih ditentukan oleh penguasaan teknik dan materi pelajaran yang akan disampaikan. Pada umumnya metode ceramah, tanya jawab, penugasan, dan demonstrasi digunakan dalam proses belajar mengajar (praktik).

Baca juga:

Macam – Macam Metode Pembelajaran untuk Kurikulum 2013

advertisement

Berhubung setiap metode pembelajaran masing-masing memiliki definisi, oleh karena itulah di bawah ini saya cantumkan nama-nama metode dan pengertiannya yang biasa digunakan pada strategi pembelajaran.

1. Metode Diskusi Kelompok

Metode diskusi kelompok memungkinkan terjadinya keterlibatan dan pertukaran ide, pengalaman, dan informasi. Jenis instruksi ini menarik karena mendorong siswa untuk berinteraksi dan membantu satu sama lain dalam memahami sudut pandang berbeda yang mungkin muncul selama kegiatan. Guru yang cerdas dapat menggunakan metode diskusi kelompok ini untuk mendidik siswa bagaimana menghargai ide orang lain selain mempelajari materi.

2. Metode Tugas Proyek

Teknik penugasan proyek adalah cara yang sulit untuk dipelajari. Siswa dituntut untuk melakukan studi, eksperimen, dan sering terjun langsung ke lapangan untuk mengamati. Strategi ini mengharuskan siswa untuk membuat produk tertentu dalam waktu yang ditentukan. Siswa dapat mengerjakan tugas proyek dalam kelompok atau mandiri. Siswa akan belajar berpikir kritis dan kreatif sebagai hasil dari latihan ini.

3. Metode Studi Kasus

Dalam pembelajaran aktif, pendekatan studi kasus atau studi kasus dapat digunakan. Strategi ini memanfaatkan skenario atau kasus tertentu yang dapat membantu siswa belajar dengan cara yang relevan dan praktis. Guru yang kreatif dapat bercerita tentang tema atau konsep yang dipelajari. Siswa kemudian dapat memperdebatkan bagaimana melakukan analisis, sintesis, dan penilaian berdasarkan kasus atau masalah yang sedang dipertimbangkan.

4. Metode Bermain Peran

Ini adalah jenis metode pembelajaran di mana siswa diminta untuk memainkan peran tertentu untuk memecahkan kesulitan. Siswa mungkin diberikan tema atau situasi oleh guru yang cerdas. Seorang instruktur yang pandai, misalnya, menggunakan contoh jembatan pedesaan yang putus karena hujan lebat. Anak-anak kemudian diberi peran. Ada RT, warga, dan jenis orang lainnya. Siswa yang berperan serta yang mengamati dapat menganalisis apakah setiap peran berjalan dengan baik atau tidak berdasarkan kegiatan bermain peran. Mereka juga dapat menyimpulkan cara untuk memecahkan kesulitan dengan melihat teman mereka memainkan peran yang berbeda.

5. Metode Kunjung Karya

Setelah teknik pembelajaran penugasan proyek, metode pembelajaran kunjungan kerja atau kunjungan kerja ini sering dilakukan. Siswa dapat mengamati pekerjaan satu sama lain dalam jenis pendekatan pembelajaran ini. Mereka memiliki kemampuan untuk mengamati dan belajar untuk bertanya. Guru yang cerdas juga dapat mendorong siswa untuk membuat rekomendasi dan komentar positif. Sementara itu, siswa yang karyanya dikunjungi atau dilihat dapat belajar menjawab pertanyaan dan menanggapi komentar dan ide dengan cara yang bermanfaat.

6. Metode Demonstrasi

Teknik demonstrasi juga sangat dianjurkan dalam pembelajaran aktif. Siswa diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan materi yang dipelajari, setelah itu mereka mendemonstrasikan pemahamannya di depan kelas. Teknik pengajaran ini dapat mendemonstrasikan bagaimana siswa melakukan suatu tugas, yang kemudian ditonton dan diperdebatkan di depan kelas.

7. Metode Jigsaw

Siswa harus bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan teka-teki gambar. Siswa mungkin didorong untuk bekerja sama dalam kelompok oleh guru yang cerdas. Setiap anggota kelompok diberi tugas untuk memahami dan mengeksplorasi aspek tertentu dari tema yang sedang dibahas. Kemudian, untuk membangun pengetahuan yang utuh, setiap anggota kelompok menggabungkan hasil belajarnya. Siswa dapat belajar untuk mendengarkan dan belajar dari satu sama lain menggunakan pendekatan instruksi ini.

8. Metode Discovery

Siswa didorong untuk mengungkap pengetahuan atau konsep baru mereka sendiri melalui teknik penemuan. Guru yang cerdas harus mendorong siswa untuk sampai pada kesimpulan mereka sendiri tentang konsep atau rumus yang dibahas. Guru yang pandai, misalnya, meminta siswa mengamati berbagai jenis tulangan daun pada tanaman di sekitar rumah. Mereka kemudian dapat menyimpulkan bahwa tanaman memiliki berbagai jenis urat daun.

9. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah teknik mengajar di mana siswa bereksperimen dengan mengalami dan memverifikasi sendiri apa yang telah mereka pelajari. Eksperimen bukan hanya metode pengajaran, tetapi juga metode berpikir, karena Anda dapat menggunakan metode yang berbeda dalam eksperimen, dimulai dengan pengumpulan data dan diakhiri dengan kesimpulan.

Penutup

Ada banyak metode pembelajaran yang menarik dan dapat digunakan oleh anda sebagai Guru. Namun, terpenting anda mampu mempertimbangkan metokde seperti apayang harus digunakan. Semua itu tergantung dari kemampuan mengajar serta karakteristik siswa yang akan dihadapi nanti. Akhir kata, saya Nurhayati mengucapkan terima kasih telah membaca artikel singkat ini, semoga saja ada manfaat yang bisa diambil oleh rekan-rekan guru di seluruh Indonesia.

Baca juga:

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More