Website Edukasi No. 1

Memahami Kalimat Kompleks Bertingkat Berikut Contohnya 

Dalam menyusun sebuah tulisan yang baik, terkadang seseorang perlu menggabungkan dua kalimat tunggal menjadi satu kalimat padu yang ramah pembaca. Gabungan dua jenis kalimat tersebut dinamakan dengan kalimat kompleks.

Adapun kalimat kompleks sendiri terdiri atas beberapa jenis turunan, diantaranya kalimat kompleks setara, kalimat kompleks bertingkat, serta kalimat kompleks campuran. Pada bahasan kali ini, penulis akan menyajikan penjelasan serta contoh kalimat kompleks bertingkat agar mudah dipahami.

Tentang kalimat kompleks bertingkat

Kalimat kompleks bertingkat adalah suatu kalimat yang unsur pembuatnya terdiri atas dua kalimat tunggal berupa induk serta anak kalimat. 

Kedua unsur tersebut memiliki keterkaitan sendiri, yang membuat anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri atau tidak dapat memberi informasi yang jelas tanpa adanya induk kalimat. Hal ini berbeda dengan kalimat kompleks setara, dimana kedua kalimat yang ada padanya merupakan kalimat yang bisa berdiri sendiri.

Contoh penggunaan kalimat kompleks bertingkat bisa dilihat dari kata penghubungnya, yang menerangkan induk kalimat. Beberapa jenis kata penghubung yang kerap digunakan pada kalimat kompleks bertingkat, antara lain “karena”, “jika”, “bahwa”, “seperti”, “bagaikan”, “agar”, dan “supaya”. 

Contoh kalimat kompleks bertingkat

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kalimat kompleks bertingkat, ada baiknya kita perhatikan terlebih dahulu mengenai dua contoh kalimat kompleks dibawah ini :

advertisement

  1. Asep bekerja sebagai petani, sedangkan Gunadi bekerja sebagai nelayan
  2. Reza bangun pagi agar tidak terlambat bekerja

Poin pertama merupakan contoh kalimat kompleks setara, dimana dua kalimat pembentuknya yatu “Asep bekerja sebagai petani”, serta “Gunadi bekerja sebagai nelayan” merupakan kalimat yang dapat berdiri sendiri. 

Sedangkan contoh kedua merupakan kalimat kompleks bertingkat, dimana “tidak terlambat bekerja” merupakan anak kalimat yang menerangkan induk kalimat sebelumnya, yaitu “Reza bangun pagi.”

Ciri kalimat kompleks bertingkat

Ciri-ciri utama dari kalimat kompleks bertingkat adalah memiliki kata penghubung yang berfungsi menerangkan induk kalimat, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Adapun berbagai kata penghubung tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

Hubungan waktu, contoh :

Amir baru datang ketika pesta sudah selesai

Ayah akan tiba sebelum pukul delapan malam

 Hubungan tujuan, contoh :

Sup ayam dihangatkan agar tidak cepat basi

Rita rajin belajar supaya menjadi juara kelas

Hubungan syarat, contoh :

Kakak akan membeli motor seandainya gajinya turun

Jika dia membawa SIM, dia tidak akan ditilang

Hubungan perbandingan, contoh :

Dia berlari sangat cepat bagaikan sedang dikejar setan

Rita dan Ratih sungguh cantik laksana rembulan yang bersinar terang 

Hubungan pertentangan, contoh :

Adit tampil biasa saja, padahal ia merupakan orang kaya

Leni izin tidak masuk sekolah, kenyataannya ia membolos

Berbagai contoh kalimat kompleks bertingkat di atas bisa digunakan untuk mempercantik tulisan yang sedang dibuat, agar lebih mudah dipahami pembaca.

Tinggalkan komen

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More